Dia menilai tindakan itu layaknya yang dilakukan pedagang
"Ironis sekali. Hanya pada waktu Presiden Soekarno kita punya diplomat sekaliber antara lain DR Roeslan Abdulgani. Dan setelah itu Indonesia kehilangan orientasi visi misi negara, kecuali jadi kelas pedagang," ungkap Rachma kepada redaksi, Minggu (15/11).
Puteri kedua Proklamator Soekarno itu menyayangkan lemahnya diplomasi luar negeri pemerintah Jokowi. Terlebih, hampir semua BUMN juga menggunakan jasa makelar dalam mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia.
"Dan ketika makelar ini sudah jadi mafia dagang orang ribut, seperti kasus Petral dan sebagainya," kata Rachma.
Lebih jauh, pendiri Partai Pelopor itu memandang aneh sikap penguasa saat ini yang menggunakan banyak anomali dalam kebijakan misi kenegaraan. Salah satunya mengandalkan jasa makelar, yang berbiaya tidak sedikit, untuk urusan diplomasi dengan negara lain.
"Pakai makelar, pedagang pakai makelar. Jadi dibilang mafia, makin runyam," tegas Rachma.
[dem]
BERITA TERKAIT: