Dulu Para Jenderal Pembela Jokowi Janji Tidak Represif

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 13 September 2015, 14:26 WIB
Dulu Para Jenderal Pembela Jokowi Janji Tidak Represif
rmol news logo Tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian yang memukul Ketua DPP IMM Beni Pramula saat unjuk rasa sejumlah organisasi mahasiswa di depan Istana pada Jumat (11/9) lalu dikecam.

Mantan Wasekjen PB HMI Abdullah Amas menilai tindakan polisi sebagai tindakan arogan karena aksi itu sendiri berjalan dengan damai.

"Tindakan polisi juga sebagai tindakan paranoid," ujarnya kepada redaksi, Minggu (13/9).

Dia tegaskan aksi yang diikuti antara lain kader dari IMM, GPII, dan PMKRI itu menyampaikan tuntutan yang konsisten, murni serta sesuai dengan hati nurani rakyat.

Unjuk rasa menuntut Joko Widodo-Jusuf Kalla mundur dari jabatan sebagai presiden dan wakil presiden karena sudah gagal mengatasi problematika kebangsaan dan semakin membuat kondisi tidak menentu

Ia juga mempertanyakan sikap Jenderal-jenderal TNI di belakang Jokowi yang saat kampanye pilpres lalu bahwa Jokowi mengedepankan demokrasi dan anti pada kejahatan HAM.

"Kemana Pak Wiranto dan yang lain-lain? Kenapa tidak ada pernyataan prihatin sedikitpun atas tindakan represif aparat kepada ketua umum DPP IMM," kecamnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA