Mantan Wasekjen PB HMI Abdullah Amas menilai tindakan polisi sebagai tindakan arogan karena aksi itu sendiri berjalan dengan damai.
"Tindakan polisi juga sebagai tindakan paranoid," ujarnya kepada redaksi, Minggu (13/9).
Dia tegaskan aksi yang diikuti antara lain kader dari IMM, GPII, dan PMKRI itu menyampaikan tuntutan yang konsisten, murni serta sesuai dengan hati nurani rakyat.
Unjuk rasa menuntut Joko Widodo-Jusuf Kalla mundur dari jabatan sebagai presiden dan wakil presiden karena sudah gagal mengatasi problematika kebangsaan dan semakin membuat kondisi tidak menentu
Ia juga mempertanyakan sikap Jenderal-jenderal TNI di belakang Jokowi yang saat kampanye pilpres lalu bahwa Jokowi mengedepankan demokrasi dan anti pada kejahatan HAM.
"Kemana Pak Wiranto dan yang lain-lain? Kenapa tidak ada pernyataan prihatin sedikitpun atas tindakan represif aparat kepada ketua umum DPP IMM," kecamnya.
[dem]