
Wakil Ketua PCNU Kota Cimahi H Muhya Hadian menyatakan bahwa pemaksaan mekanisme ahlul halli wal aqdi (ahwa) adalah dzolim dan bentuk konspirasi busuk yang diskenariokan pihak tertentu untuk menjegal kader-kader terbaik menjadi pemimpin NU.
"Jadi jelas sekali, jangan dikira kami ndak tahu. Ini adalah konspirasi busuk. Karenanya harus ditolak dan tidak bisa diberlakukan dalam Muktamar saat ini," ungkapnya di arena Muktamar NU Jombang, Jawa Timur, Sabtu (30/7).
Ia mengaku heran dengan upaya panitia Muktamar dan PBNU yang terkesan sangat memaksakan pemberlakuan ahwa, yang jelas-jelas bertentangan dengan AD/ART dan tidak memiliki legitimasi yang kuat.
Apalagi, imbuhnya, 29 PWNU beserta PCNU-nya telah menyatakan menolak yang mengindikasikan ahwa tidak memiliki legimasi yang kuat. Ditambahkannnya, upaya penjegalan dengan jalan pemaksaan ahwa ini merupakan bentuk kedzaliman.
"Ini jelas pendzaliman secara sistematis. Kalau muktamar dilakukan dengan cara dzolim seperti ini. Maka harus kita lawan. Ini jihad dan perjuangan untuk mempertahankan NU agar sesuai koridor organisasi dan tetap berada pada garis tujuan pendiriannya," paparnya.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: