Eva bingung lantaran menilai Faisal Basri adalah seorang yang pro neolib, pro perdagangan bebas, anti subsidi dan agak sinis dengan sistem ekonomi Pancasila. Hal itu nampak saat Faisal menjadi saksi di Pansus Century yang mendukung bailout.
"Jadi apa maksud
statement beliau, mendukung kebijakan BBM atau kesal? Karena Presiden Jokowi tidak menghilangkan subsidi dan hanya mengalihkan dari
indirect menjadi direct ke kelompok yang membutuhkan," terangnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Selasa, 16/6).
Eva menambahkan, jika memang Presiden Jokowi adalah seorang neolib, maka Presiden Jokowi akan menolak mengimplementasikan
universal covering untuk bidang kesehatan. Hal itu sebagaimana saat kelompok konservatif neolib melawan Obama's Cares.
"Memang tidak mungkin dalam delapan bulan bisa membereskan struktur ekonomi dan praktek puluhan tahun yang tidak sesuai Pasal 33 UUD 1945. Tapi komitmen politik terhadap strategi Trisakti dalam kabinet sudah merupakan bukti Jokowi merakyat ketimbang presiden sebelumnya," sambungnya.
"Memang masih banyak hambatan, tapi itu janji kampanye yang sudah dimulai diimplementasikan. Seharusnya kita dukung untuk menuju kedaulatan politik, berdikari ekonomi dan berkepribadian dalam budaya.
[wid]
BERITA TERKAIT: