Mentan Lebay Banget Bisa Kontrol Harga Sembako

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 07 Juni 2015, 15:38 WIB
Mentan Lebay Banget Bisa Kontrol Harga Sembako
amran sulaiman/net
rmol news logo Kesanggupan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengontrol stok dan harga sembako terutama jelang Ramadhan dipertanyakan.

"Lebay banget Menteri Pertanian bilang akan mengontrol stok dan harga sembako. Tidak akan mungkin sanggup!" kata Jurubicara Jaringan 98, Ricky Tamba kepada redaksi sesaat lalu, Minggu (7/6).

Dia mengingatkan Menteri Amran bahwa melawan mekanisme pasar yang berlaku saat ini tidak bisa hanya dilakukan dengan cara-cara selebratikal seperti operasi pasar, sidak atau bagi-bagi traktor.

Langkah seperti itu, katanya, hanya berdampak sesaat seperti peredam kejut, hanya buang-buang energi dan anggaran.

"Bereskan dulu (masalah di) hulu, baru hilirnya," tekannya.

Pemerintah, papar dia, harus berdayakan kaum tani dengan intensifikasi dan diversifikasi. Luas lahan pertanian yang mengecil dimaksimalkan dengan penyuluhan dan bimbingan cara bertani modern efektif serta jaminan ketersediaan pupuk, benih dan pengairan teknis yang tidak tergantung alam.

Bantuan modal dan teknologi pertanian, kata dia, harus langsung diserahkan ke petani. Selain itu, perlu dilakukan diversifikasi berupa monitoring dan pengaturan jenis dan areal tanam sehingga hasil produksi tidak tertumpuk di beberapa jenis sehingga menjatuhkan nilai jual.

Di hilir, kata Ricky lagi, pemerintah harus proteksi jalur penjualan produk pertanian melalui Bulog atau KUD, langsung ke basis terkecil di desa. Semua harus bebas manipulasi dan korupsi sehingga timbul kepercayaan dan gairah petani.

"Karena itulah, Presiden Jokowi harus pimpin langsung perencanaan komprehensif dan pelaksanaan strategi swasembada pangan dengan keterlibatan serius dari Mentan, Mendag, Menpupera, KaBulog, kepala daerah dan jajaran terkait lainnya," saran Ricky.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA