Ruhut Sebut Anggota Dewan Munafik Soal Prostitusi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 16 Mei 2015, 00:22 WIB
Ruhut Sebut Anggota Dewan Munafik Soal Prostitusi
ruhut sitompul/net
rmol news logo Praktik penggunaan pekerja seks komersil (PSK) di kalangan pejabat negara sudah terjadi sejak lama.

Begitu sebagaimana diutarakan anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul saat dihubungi wartawan (Jumat, 15/5).

Ruhut mengaku mempunyai niat untuk mengusulkan agar pengguna PSK, terutama para pejabat negara dihukum layaknya yang terjadi pada seorang mucikari. Namun, hal itu dinilai sulit terealisasi karena banyaknya fraksi yang akan menolak.

"Karena memang (mereka) takut dan munafik, banyak yang terjerumus juga," ujarnya.

Politikus Partai Demokrat itu menjelaskan, penggunaan PSK bagi pejabat tak ubahnya penyakit ketika seseorang sudah duduk di kursi kekuasaan. Sosok yang sebelumnya terbilang kalem bisa berubah seketika saat duduk di kursi empuk itu.

"Banyak yang sok, padahal ketika dapat kekuasaan, begitu juga. Banyaklah orang munafik," sambungnya.

Ruhut juga khawatir akan dibilang munafik jika tetap ngotot memasukkan peraturan tersebut ke dalam badan legislasi (Baleg) DPR RI. Terlebih, aturan itu belum pernah dibuat di negara lain.

"Nanti saya dibilang munafik. Kita maunya ada, tapi di dunia tidak ada hukum itu, kalau mau dicoba akan mentah," tandasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA