Hal tersebut sebagaimana diutarakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta III Tantowi Yahya. Ia mengaku prihatin dengan keadaan masyarakat Pulau Seribu yang belum terkoneksi dengan baik dari sisi infrastruktur maupun transportasi.
"Mobilitas penduduk pulau menjadi terhambat dan terbatas karena ketiadaan transportasi antar pulau. Ada 105 pulau di gugusan Kepulauan Seribu, 11 di antaranya adalah pemukiman penduduk pulau yang jumlahnya sekitar 25.000 orang. Sampai saat ini penduduk mengandalkan transportasi pribadi seadanya yang tentu saja terbatas baik dari sisi jumlah maupun standar keamanan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi (Jumat, 15/5).
Wakil Ketua Komisi I itu prihatin dengan rendahnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di Pulau Seribu. Padahal, Pulau Seribu menyimpan banyak potensi seperti perikanan dan pariwisata.
"Kepulaun Seribu menyimpan banyak potensi. Satu diantaranya adalah pariwisata, di samping perikanan yang sudah turun temurun dijalani warga. Pendapatan masyarakat nelayan sudah amblas pasca aturan penangkapan ikan yang sangat ketat sekarang ini. Banyak nelayan yang bingung mau kerja apa mengingat kemampuan mereka hanya itu. Di sinilah pariwisata menjadi opsi menarik. Banyak pulau yang bisa digarap sebagai objek wisata bagi masyarakat DKI, Banten dan bahkan dari mancanegara," lanjutnya.
Potensi pariwisata dari Pulau Seribu menurutnya sangat besar dan dapat berdampak signifikan bagi perekonomian Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, Pulau Seribu juga bisa menjadi alternatif wisata bagi warga Jakarta.
"Pembangunan pariwisata di kawasan Kepulauan Seribu akan menimbulkan multiplier effect. Penyediaan lapangan pekerjaan bagi penduduk pulau yang masih banyak yang menganggur, mengurangi kemacetan ke arah Puncak dan Bandung menjelang akhir pekan karena masyarakat sudah mempunyai opsi lain untuk liburan. Dan sumber pendapat daerah yang menggiurkan bagi Pemprov DKI," tandas politisi Golkar itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: