"Memang ada sedikit ketidakadilan karena kami ruling party. Padahal yang korupsi bukan hanya Demokrat, namun karena gempuran lawan politik dan pengamat, maka seolah yang korupsi cuma Demokrat saja," ujar Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam wawancara eksklusif dengan salah satu televisi swasta (Kamis, 14/5).
Meski banyak kader yang terjerat korupsi, SBY yang saat itu menjabat sebagai presiden mengaku enggan untuk mengintervensi kasus tersebut. Menurutnya, seorang pemimpin harus memiliki kesamaan dalam perkataan dan perbuatan.
"Saya harus adil untuk semua. Saya tidak bisa menyuruh KPK menangkap seseorang, juga tidak boleh membebaskan seorang koruptor. Saya hanya bisa berpesan KPK hati-hati dalam menetapkan dalam tersangka. Jadi saya tidak bisa melingdungi kader yang terkena korupsi," ujarnya.
Namun begitu, SBY yakin bahwa lambat laun rakyat Indonesia akan bisa melihat persoalan ini dengan jernih. Artinya, rakyat tidak lagi mengidentikan Demokrat sebagai partai tempat bersarang koruptor.
"Mungkin nanti 30 tahun lagi bangsa ini baru bisa melihat lebih jernih," tandas SBY.
[ian]
BERITA TERKAIT: