"Termasuk saat ada krisis, saya akhirnya terpaksa turun tangan. Walaupun suara Demokrat drop, tapi (Demokrat) tidak hilang dari peredaran," begitu jawaban SBY dalam wawancara eksklusif dengan salah satu televisi swasta (Kamis, 14/5).
Presiden ke-VI RI itu juga menjabarkan alasan kader menganggapnya sebagai penyelamat partai dalam Kongres Surabaya. Menurutnya, Demokrat mengalami musibah sejak 2011 hingga 2014. Dalam masa itu terjadi demoralisasi di kalangan kader, termasuk ada bayang-bayang bahwa elektabilitas Demokrat terjun bebas pasca krisis 2013 yang memberhentinkan Anas Urbaningrum.
Atas dasar itu, kader kemudian menunjuknya untuk mengembalikan Demokrat sebagai partai pemenang pemilu.
"Bayang-bayang itu masih ada, hingga kemudian kader menganggap perlu ada pembenahan dan konsolidasi kembali untuk menyatukan partai," tandasnya.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: