Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Institute and Public Policy Taufan Hunneman dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (7/2).
"Potensi ini sungguh sangat berbahaya apalagi mengingat bahwa banyaknya konflik yang terjadi membuat keresahan dan gejolak di masyarakat," ujarnya.
Untuk itu, Taufan menyarankan agar institusi BIN diperkuat agar lebih maksimal dalam memberikan informasi akurat mengenai situasi keamanan, hukum dan politik terkini. Tidak hanya itu, penguatan BIN juga bertujuan untuk mencegah gesekan-gesekan yang terjadi baik secara horizontal maupun vertikal.
"Saat ini, tupoksi BIN untuk melakukan tindakan prediktif yang persuasif sangat tidak kelihatan sepak terjangnya," ucapnya.
Salah satu jalan agar BIN mampu bekerja optimal, menurut Taufan, adalah dengan melakukan reorganisasi secara total. Termasuk segera mengganti Kepala BIN Marciano Norman.
"Menurut saya, langkah yang paling efektif dilakukan oleh Jokowi adalah mencopot pucuk pimpinan kepala BIN. Sebab bila situasi ini dibiarkan terus menerus akan menggangu program pemerintah," tandas mantan aktivis 98 itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: