
PDI Perjuangan menduga keputusan KPK menjadikan Kapolri terpilih, Budi Gunawan sebagai tersangka diambil dengan pertimbangan politis. Pasalnya, sulit dipisahkan bahwa keputusan KPK menjadikan Budi tersangka saat menjalani
fit and proper test calon Kapolri berbarengan dengan dinamika internal Polri.
Begitu kata Wasekjen PDIP Ahmad Basarah saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 15/1).
Menurutnya, Kapolri Sutarman kurang legowo dengan pergantian ini, mengingat masa jabatannya baru akan habis pada Oktober nanti.
"Pak Sutarman kurang legowo, terus terjadi rivalitas di antara bintang dua dan bintang tiga yang juga ingin jadi Kapolri," ujarnya.
Keputusan KPK diambil di tengah dinamika ini sedang memanas setelah Budi yang terpilih sebagai calon Kapolri.
"Menurut hemat kami keputusan KPK kurang arif. Karena soal rekening gendut itu sudah muncul sejak 2010 dan juga ada surat klarifikasi dari Bareskrim Polri," tandas Ketua Fraksi PDIP untuk MPR itu.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: