"Sebab, calon tunggal jelas tidak membutuhkan pemilihan. Bahkan pada tingkat tertentu tidak membutuhkan musyawarah nasional. Jika dalam konstitusi partai dinyatakan adanya pemilihan, maka dengan sendirinya calon tunggal membatalkan pemilihan," ujar analis politik, Ray Rangkuti, beberapa saat lalu (Selasa, 1/12).
Menurut Ray, bisa saja pemilihan dimundurkan sampai didapatkan calon lain yang bersedia maju ke lantai pemilihan.
"Peserta Munas Bali sebaiknya kritis melihat ini. Bukan saja demi kebaikan Golkar yang selalu membutuhkan ruang kompetisi di dalamnya, juga demi kebaikan pembenahan tradisi demokrasi kita secara menyeluruh," lanjut Ray.
Jika pemilihan calon tunggal tetap dilanjutkan, maka hasilnya akan berbiaya besar. Setidaknya akan menimbulkan kepengurusan gemuk karena akomodasi politik yang boros. Di dalam organisiasi seperti ini akan sulit muncul penyeimbang. Akibatnya pengelolaan partai cenderung hegemonistik, mandul kritisisme dan partisipasi, serta tidak kompetitif.
"Ujungnya akan menimblkan lebih banyak luka di tubuh Golkar," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: