Partai Golkar Akan Diselimuti Konflik Tidak Berujung

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Selasa, 02 Desember 2014, 11:05 WIB
Partai Golkar Akan Diselimuti Konflik Tidak Berujung
ilustrasi/net
rmol news logo Pada akhirnya, Munas Partai Golkar versi Aburizal Bakrie (ARB) di Bali hanya menyisakan calon tunggal setelah Airlangga Hartarto menyatakan mundur dari pencalonan ketua umum.

Dengan menyisakan satu-satunya calon, yaitu ARB sendiri, Golkar diprediksi dilanda konflik yang tidak berujung. Demikian dikatakan analis politik, Ray Rangkuti, beberapa saat lalu (Selasa, 2/12).

Menurut dia, Golkar adalah partai besar dengan  watak kemajukan yang kuat. Karena itu, pengelolaan secara ekslusif bertentangan dengan kebutuhan akan pengelolaan partai secara demokratis partisipatoris.

"Pengelolaan yang cenderung ekslusif hanya akan menimbulkan konflik tidak berujung. Menjadikan ARB satu-satunya caketum adalah pengkerdilan terhadap partai sekaligus pengkeroposan semangat kompetisi yang adil," ujar Ray melalui pesan elektronik.

Selain tidak demokratis, lanjut Ray, pemilihan secara aklamasi jelas tidak demokratis dan juga mengingkari kemajemukan Golkar. Aklamasi itu menepikan kompetisi dan makna Munas. Apalagi pilihan aklamasi dilakukan dengan  mobilisasi.

"Cara-cara aklamasi karena mobilisasi hanya layak dan mungkin hidup di era otoritarianisme," tegasnya. [ald] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA