Menteri Era SBY: Kudapan Sederhana Bukan Terobosan, Tidak Perlu Digembar-gemborkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 28 November 2014, 19:14 WIB
Menteri Era SBY: Kudapan Sederhana Bukan Terobosan, Tidak Perlu Digembar-gemborkan
amir syamsuddin/net
rmol news logo Gaya hemat yang digembar-gemborkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebetulnya bukan suatu terobosan baru.

Demikian dikatakan Menteri Hukum dan HAM RI era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Amir Syamsuddin, dalam pesan singkat kepada RMOL beberapa saat lalu (Jumat, 28/11).

"Ada pihak yang ingin mengesankan publik tentang perilaku sederhana dan berhemat dengan kampanye kudapan sederhana seakan hal itu adalah terobosan baru dalam pola hidup sederhana," jelas Amir.

Padahal, menurut Amir, bagi para pejabat di era SBY baik itu Presiden, Wakil Presiden maupun pejabat lain, kudapan sederhana dalam pertemuan-pertemuan pemerintah adalah hal biasa.

"Bagi para pejabat yang sering mengikuti acara, apakah dalam rapat-rapat kabinet ataupun dalam kegiatan di masing masing kementerian, kudapan ubi, jagung, kacang dan singkong sudah merupakan menu kudapan biasa dalam setiap kegiatan," terang Amir.

"Pola kudapan sederhana seperti itu sudah berlaku tanpa gembar-gembor. Silakan saja di cek tentang kebenaran penjelasan saya ini," tandasnya. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA