Di lapangan Monas itu, TMP pun mendirikan Posko. Di Posko ini akan dimeriahkan dengan ragam tarian Nusantara seperti tarian Dayak dari Kalimantan, tarian Sisingaan dari Subang, tarian debus dari Banten, maupun tarian Batak dari Sumatera Utara. Sejumlah artis yang juga kader TMP, seperti Nico Siahaan dan Edo Kondologit akan juga memeriahkan acara ini. Bahkan, grup pelawak Team Lo juga akan meramaikan susana.
Akan hadir juga dalam acara ini Bupati Lampung Barat yang juga Ketua TMP Lampung Mukhlis Basri, Bupati Tanahbumbu yang juga Ketua TMP Kalimantan Selatan Mardani, Ketua TMP Bali yang juga Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, dan lain-lain. Sementara pelaksana acara ini adalah Ketua TMP DKI Jakarta yang juga anggota DPR Charles Honoris, dibantu oleh kader-kader TMP yang juga terpilih jadi anggota DPR seperti Nico Siahaan, Irene, Awang Ferdian, Indra Simatupang dan lain-lain.
"Kita kumpul, kita bersyukur karena dengan Jokowi menjadi presiden, Indonesia memiliki harapan baru. Kita akan sediakan 10 ribu nasi bungkus juga," ungkap Ketua Umum TMP, Maruarar Sirait, kepada
RMOL beberapa saat lalu (Minggu, 19/10).
Harapan baru yang dimaksud, ungkap Maruarar, bukan semata harapan Indonesia yang lebih baik, melainkan juga harapan akan proses demokrasi yang semakin terkonsolidasi dan sistem meritokrasi yang semakin kuat. Dengan hadirnya sosok Jokowi yang awalnya bukan siapa-siapa, maka sipapa pun, termasuk orang-orang yang selama ini kekurangan, punya kesempatan yang sama untuk bisa menjadi pemimpin di Republik ini.
"Jokowi bukan anak presiden, tapi Jokowi bisa jadi presiden. Artinya, siapa pun, anak muda mana pun, bisa seperti Jokowi asal baik, bisa menjaga kepercayaan, menjaga integritas dan punya kapasitas," ungkap Ara, begitu Maruarar disapa.
Dalam kesempatan ini, Ara juga mengapresiasi pertemuan Jokowi dengan Prabowo. Kedua sosok ini telah menampilkan keteladanan kepada publik, dan berjiwa negarawan. Prabowo, ternyata juga sama dengan Fauzi Bowo, dua tahun lalu, yang secara ksatria menerima kemenangan Jokowi.
"Tentu saja, ini juga mencerminkan stabilitas politik. Politik stabil, maka ekonomi juga akan stabil, dan ini akan sangat bermanfaat bagi rakyat," ungkap Ara.
Hal yang tak kalah penting, Ara kembali mengingatkan, hadirnya sosok Jokowi sebagai pemimpin baru Indonesia juga tidak lepas dari kenegarawanan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Selain berhasil mengkader Jokowi, Megawati juga memberi kesempatan kepada Jokowi untuk maju dalam Pilpres.
Ara juga berterimakasih kepada Presiden SBY yang selama 10 tahun memimpin Indonesia.
"Anak-anak muda perlu perlu belajar dari sikap Jokowi, Prabowo, Megawati, Fauzi Bowo, dan juga SBY. Kita semua berterimakasih pada mereka," demikian Ara.
[ysa]