Antara lain Kurtubi, Poltak Sitanggang, Karen Agustiawan, Arie Soemarno, Raden Priyono, Tumiran, Kuntoro Mangkusubroto, Deendarlianto, Darwin Silalahi, Rovicky, Luluk Sumiarso, Darmawan Prasodjo, Erry Riyana Hardjapamekas, Arif Budimanta, Evita Legowo serta dua nama terakhir yang mulai muncul yaitu Iwan Ratman dan Emirsyah Satar.
Melansir hasil polling yang dilakukan oleh situs www.kabinetrakyat.org sejak 25 Juli 2014 hingga saat ini yang telah dibaca oleh 1.200.879 pengujung, nama Poltak Sitanggang masih mendapat nilai poling tertinggi dibanding dua kandidat lainnya yaitu Effendi Simbolon dan Tumiran.
Selain itu, dari penelusuran situs laman www.beranilawanmafia.com yang berisi polling nama kandidat menteri ESDM yang berani melawan mafia migas, nama Poltak Sitanggang juga mendapatkan poin tertinggi (8663) dibanding tiga nama lainnya yaitu Karen Agustiawan (3526), Kurtubi (103) dan Arie Soemarno (87). Situs yang dibuat oleh sekelompok mahasiswa Indonesia yang berada di Singapura itu khusus memberikan masukan kepada Presiden Terpilih, Joko Widodo, untuk menentukan Menteri ESDM.
"Melihat perkembangan uji publik selama delapan puluh hari ini, harus diakui bahwa Poltak Sitanggang paling tinggi mendapat apresiasi positif dari masyarakat," ungkap pemerhati Energi dan Pertambangan, Juan Forti Silalahi, dalam rilisnya, Minggu (12/10).
Ia juga mengungkapkan bahwa proses uji publik ini merupakan salah satu bagian yang harus dilewati oleh para kandidat menteri sesuai dengan kriteria-kriteria yang selalu ditegaskan oleh Jokowi, antara lain berusia muda, mempunyai rekam jejak yang baik, tidak pernah terlibat korupsi, memiliki leadership dan manajerial yang kuat. Serta secara khusus untuk Kementerian ESDM harus diisi oleh profesional non partai politik.
"Proses uji publik ini menjadi tolak ukur," kata Juan yang juga menjabat sebagai Ketua Solidaritas Para Pekerja Tambang Nasional (SPARTAN).
Sementara itu, Joko Widodo sendiri beberapa hari yang lalu mengatakan bahwa dirinya sudah mengantongi nama-nama kandidat yang akan mengisi 33 kementerian dalam kabinetnya.
Jokowi yakin bahwa kredibilitas dan kompetensi calon-calon menteri itu telah teruji. Jokowi menginginkan agar para menterinya mengerti betul persoalan-persoalan serta dinamika yang ada di kementeriannya masing-masing.
[rus]
BERITA TERKAIT: