Mengenai hal itu, aktivis Islam yang juga Direktur Eksekutif The Wahid Institute, Yenny Wahid, punya secercah harapan, namun tetap dibayangi kekhawatiran.
"Selama koalisinya kedepankan kepentingan masyarakat, isu yang didukung untuk masyarakat dan bukan sekadar asal jadi oposisi, maka itu bagus. Oposisi kompak itu bagus dan kita perlukan," kata Yenny kepada
RMOL, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat malam (26/9).
Yang tidak sehat adalah kalau oposisi itu sekadar terbentuk agar pemerintahan yang sah tidak stabil.
"Oposisi sehat yang tidak sekadar ingin ganggu stabilitas, kritis, juga konstruktif, bukan opsisi yang asal
ngemplangin," tegasnya.
"Jadi tergantung niatnya. Dalam agama Islam semua hal dikembalikan ke niatnya," tambah Yenny.
Terkait dengan masa transisi menuju pemerintahan yang baru, putri dari almarhum KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu, mengimbau semua pihak bersikap sebagai negarawan.
"Dimanapun posisi kita, harus bersikap negarawan. KMP kedepankan kepentingan masyarakat, sementara PDIP sebagai partai pemerintah juga lebih merangkul lawan-lawan politiknya," ucap Yenny.
[ald]
BERITA TERKAIT: