Pusaka Trisakti: Pilkada Via DPRD Lahirkan Banyak Koruptor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 25 September 2014, 15:22 WIB
rmol news logo Mekanisme Pemilihan kepala daerah melalui DPRD dinilai tak hanya merusak tatanan demokrasi, tapi juga menyebabkan tingginya angka tindak pidana korupsi.

Dalam keterangan tertulisnya, Ketua Umum Pusat Kajian Trisakti (Pusaka Trisakti), Rian Andi Soemarno menjelaskan, potensi korupsi dalam Pilkada via DPRD bisa melalui deal-deal politik antara calon pimpinan daerah dengan DPRD.

"Untuk memeroleh tiket sebagai pimpinan daerah, si calon pimpinan daerah itu tentunya harus ada deal terlebih dahulu dengan DPRD. Empiriknya kan sudah ada. Makanya, dibuat Pilkada langsung. Kok sekarang malah mau balik lagi ke sistem yang sudah rusak?" ujar Rian yang juga inisiator Relawan Indonesia Hebat.     
Bahkan, Rian meyakinkan, jika pimpinan daerah yang terpilih melalui mekanisme voting di DPRD, maka konsekuensinya kepentingan para wakil rakyat yang akan lebih dikedepankan ketimbang rakyat.

"Intinya no free lunch lah (tidak ada makan siang gratis)," cetus Rian.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA