Sampai detik ini, pasca penetapan hasil pilpres oleh KPU 22 Juli lalu, Jokowi-Prabowo belum pernah bersua tatap muka. Jokowi-Prabowo terakhir pertemu di Istana Negara, Jakarta saat Presiden SBY mengundang mereka buka puasa bersama.
Sebelumnya Presiden SBY berharap agar Jokowi-Prabowo melakukan konsiliasi. Jokowi tidak harus terus menjaga jarak dengan Prabowo. Bagaimanapun, kata SBY, koalisi yang mendukung pencapresan Prabowo-Hatta yang lalu juga bagian dari kekuatan dan realitas politik.
"Adakan konsiliasi. Jika terjadi konsiliasi, saling menyapa, akan damai dan teduh politik ini. Kalau politik teduh, akan damai pula dalam menjalankan kebijakan. Itulah politik, itulah real politik. Jangan ada istilah
the winner takes all," ujar SBY beberapa waktu lalu.
Pakar strategi komunikasi LIPI Prof Rusdi Muchtar mengatakan, Jokowi sebagai pemenang pilpres, sebaiknya yang
nyamperin Prabowo lebih awal.
"Sebaiknya Jokowi yang mulai. Jokowi harus belajar negarawan, menjadi inisiatif pertama," ujar Rusdi kepada redaksi, Senin (8/9).
Sebelumnya Rusdi Muchtar menyatakan, usulan Presiden SBY agar Jokowi-Prabowo melakukan konsiliasi, sangat bagus. Apabila Jokowi-Prabowo sudah bertemu dan saling sapa, suasana perpolitikan di tanah air akan mencair.
[rus]
BERITA TERKAIT: