Termasuk Partai Demokrat, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini diyakini tidak akan jadi penyeimbang seperti yang sempat diwacanakan SBY.
"SBY hanya mencoba sebagai negarawan saat mengeluarkan pernyataan itu," kata pakar komunikasi dari Universitas Andalas Padang Yuliandre Darwis kepada redaksi, Senin (11/8).
SBY, lanjut Yuliandre, jika pasangan Prabowo-Hatta yang memenangkan Pilpres 2014, SBY tanpa hambatan akan mudah masuk ke dalam pemerintahan selanjutnya. Namun jika sebaliknya, Jokowi-JK yang menang, SBY juga diyakini tidak akan diam.
Presiden dua periode ini, menurut Yuliandre, akan mencari celah untuk 'menyusup' ke dalam pemerintahan Jokowi-JK, apalagi antara SBY dengan Jokowi-JK tak ada masalah.
"SBY dan Demokrat ingin aman. Namun yang jadi masalah adalah Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDIP). Sudah pengetahuan umum, hubungan SBY dan Mega selama ini tidak berjalan dengan baik," tandas Yuliandre yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: