Kecemasan itu disampaikan aktivis yang juga pengamat politik Ray Rangkuti dalam pesan singkat yang diterima redaksi sesaat lalu (Minggu, 10/8).
Pasalnya, lanjut Ray, pengangkatan mantan Kepala BIN itu seolah memberi peluang pada aktor-aktor yang memiliki catatan kurang positif pada upaya yang tak boleh berhenti bagi penegakan dan penghormatan HAM.
"Masa depan Indonesia adalah masa depan di mana HAM selalu menjadi isu utama. Karena itu, tokoh-tokoh yang tidak memiliki kepekaan terhadap persoalan HAM sebaiknya ditinggalkan," tegas Ray.
Menurut Ray, Jokowi sejatinya memahami efek negatif dari sinisme publik atas tokoh-tokoh yang di masa lalunya dikenal tidak terlalu peduli pada penegakan dan penghormatan HAM. Hendropriyono sendiri disebut-sebut terlibat dalam kasus Talangsari, Lampung.
"Bukankah Jokowi mendapat simpati justru karena dinilai tidak memiliki catatan buruk soal HAM baik di masa lalu maupun skarang?" demikian Ray.
[dem]
BERITA TERKAIT: