SBY Kritik Media-media Asing yang Tidak Adil dan Berimbang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Selasa, 05 Agustus 2014, 13:24 WIB
SBY Kritik Media-media Asing yang Tidak Adil dan Berimbang
presiden sby/net
rmol news logo Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemberitaan media-media asing yang kerap tidak berimbang saat memberitakan situasi dalam negeri Indonesia.

Kritik itu disampaikan Presiden ketika bersama wartawan di teras depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/8).

"Saya kadang-kadang melihat TV-TV internasional itu, negeri kita ini hanya diwartakan yang buruk-buruknya saja. Padahal maunya kita, kalau yang baik ya juga diwartakan," ujar SBY di sela menunggu kedatangan PM Kepulauan Solomon, Gordon Darcy Lilo, di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (5/8).

Namun SBY mengatakan berita-berita yang mengangkat sisi negatif Indonesia boleh diwartakan agar menjadi cambuk bagi Indonesia.

"Yang paling baik memang pers harus tetap kritis,, tapi tetap fair and balance (adil dan berimbang)," kata Presiden.

Ia mengaku, tiap hari paling cepat jam 12 malam baru beristirahat karena me-review semua saluran televisi internasional seperti CNN, BBC, Euronews, atau Bloomberg.

"Terutama karena itulah saya bisa membandingkan mana TV internasional yang fair terhadap pemberitaan di dunia, termasuk di Indonesia," ujar SBY, dikutip dari presidenri.go.id. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA