"SBY terlalu panjang ngomongnya, Husni pasti pahamlah kerjanya. Mengingatkan boleh, tapi jangan terlalu panjang," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Harmonis kepada redaksi, Rabu (16/7).
Ia menangkap, SBY mewanti-wanti agar KPU bisa merampungkan proses Pilpres 2014 dengan baik dan tepat waktu.
"Saya paham SBY bukan intervensi, dia mungkin terlalu sayang dan peduli," ujar Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Pascasarjana UMJ ini.
Namun demikian, lanjut Harmonis, SBY terkesan mengajari KPU. SBY juga terkesan tidak optimis pada pilpres kali ini berjalan dengan aman, atau akan ada ancaman besar.
"Kalau ngomong panjang dan diunggah di
youtube kan kesannya seperti itu. Sebaiknya SBY ngomong pendek saja," tandas Harmonis.
Video percakapan SBY dan Husni Kami Manik berdurasi 7 menit itu diunggah akun pribadi SBY di youtube dengan judul 'Telewicara Presiden SBY dengan Ketua KPU'. Dalam salah satu potongan percakapan, SBY mengatakan dirinya netral dan berpesan agar KPU melibatkan kedua pasangan untuk menghindari kemungkinan
chaos pasca penetapan rekapitulasi penghitungan suara 22 Juli nanti.
"Terus terang yang kritis itu tanggal 22 Juli, dan saya paham betul posisi KPU menjadi sangat sulit ketika mengumumkan apapun hasil perhitungan resmi itu. Itu yang saya ingin sampaikan, " jelas SBY.
Husni sendiri mengatakan komunikasinya dengan SBY bukan sebagai
intervensi pada proses pilpres. Menurutnya, SBY hanya memberikan
perhatian dan saran kepada KPU.
[rus]
BERITA TERKAIT: