PILPRES 2014

Kurang Tepat SBY "Ceramahi" Ketua KPU

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 16 Juli 2014, 14:24 WIB
Kurang Tepat SBY "Ceramahi" Ketua KPU
presiden sby/net
rmol news logo Percakapan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik, melalui telepon beberapa waktu lalu, dinilai berlebihan.

"SBY terlalu panjang ngomongnya, Husni pasti pahamlah kerjanya. Mengingatkan boleh, tapi jangan terlalu panjang," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Harmonis kepada redaksi, Rabu (16/7).

Ia menangkap, SBY mewanti-wanti agar KPU bisa merampungkan proses Pilpres 2014 dengan baik dan tepat waktu.

"Saya paham SBY bukan intervensi, dia mungkin terlalu sayang dan peduli," ujar Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Pascasarjana UMJ ini.

Namun demikian, lanjut Harmonis, SBY terkesan mengajari KPU. SBY juga terkesan tidak optimis pada pilpres kali ini berjalan dengan aman, atau akan ada ancaman besar.

"Kalau ngomong panjang dan diunggah di youtube kan kesannya seperti itu. Sebaiknya SBY ngomong pendek saja," tandas Harmonis.

Video percakapan SBY dan Husni Kami Manik berdurasi 7 menit itu diunggah akun pribadi SBY di youtube dengan judul 'Telewicara Presiden SBY dengan Ketua KPU'. Dalam salah satu potongan percakapan, SBY mengatakan dirinya netral dan berpesan agar KPU melibatkan kedua pasangan untuk menghindari kemungkinan chaos pasca penetapan rekapitulasi penghitungan suara 22 Juli nanti.

"Terus terang yang kritis itu tanggal 22 Juli, dan saya paham betul posisi KPU menjadi sangat sulit ketika mengumumkan apapun hasil perhitungan resmi itu. Itu yang saya ingin sampaikan, " jelas SBY.

Husni sendiri mengatakan komunikasinya dengan SBY bukan sebagai intervensi pada proses pilpres. Menurutnya, SBY hanya memberikan perhatian dan saran kepada KPU. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA