"Kader Hanura harus kawal proses Pilpres ini agar tidak terjadi kecurangan, agar benar-benar menghasilkan pemimpin yang dikehendaki rakyat," terang Sekjen Partai Hanura, Dossy Iskandar Prasetyo dalam pesan elektroniknya, sesaat lalu (Selasa, 8/7).
Lebih lanjut Dossy yang juga menjabat Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK menyatakan bahwa pihaknya telah menggelar Rapat Koordinasi Daerah di seluruh 33 DPD Hanura se-Indonesia yang dikuti sampai tingkat PAC dan meminta seluruh kader door to door menyosialisasikan pasangan Jokowi-JK.
"Melalui Badan Pemenangan Hanura untuk Pilpres yang diketuai oleh mantan Kapolri Jenderal Purn Chaeruddin Ismail, kami juga menerbitkan ratusan ribu tabloid yang terdiri dari Tablood Pengemudi untuk para pengemudi taksi, angkot. Kemudian Tabloid Bahari untuk masyarakat pesisir dan nelayan dan Majalah Anging Mamiri khusus untuk wilayah Sulawesi Selatan," urai Dossy.
Semua upaya ini dilakukan dengan sungguh-sungguh guna memenangkan pasangan Jokowi-JK yang diyakini kader Partai Hanura bisa mengubah Indonesia jadi hebat. Mengenai netralitas aparat keamanan, Dossy yakin segala kecurangan yang mungkin terjadi akan terendus dan terbongkar nantinya.
"Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan, saya melihat sebuah gerakan rakyat yang luar biasa pada Pilpres kali ini baik dari luar negeri yang begitu antusias maupun fenomena GBK kemarin yang benar benar dihadiri massa pendukung sukarela Jokowip-JK tanpa bayaran namun bisa menggetarkan GBK.Ini fenomena kebangkitan rakyat," kata Dossy.
Dossy pun memastikan, kader Partai Hanura solid mendukung pasangan capres-cawapres yang juga diusung PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, PKPI, dan Partai Nasdem.
"Tidak benar jika ada seolah lembaga survei yang menyatakan 50 persen pemilih Hanura akan memilih pasangan nomor satu," tegasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: