Demikian disampaikan pemerhati masalah sosial keagamaan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qadir, beberapa saat lalu (Minggu, 6/7).
"Kekerasan politik yang menggunakan isu agama merupakan perusakan harmoni dalam keragaman," kata Zuly, yang juga intelektual Muhammadiyah
Karena itu juga, ungkap Zuly, beberapa akademisi dan aktivis dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengecam aksi kampanye hitam. Selain dirinya, mereka adalah Hairul Salim dari LKIS, Subkhi Ridho dari LPSA dan Suhadi dari CRCS UGM. Mereka pun menegaskan mendukung Jokowi-JK yang jadi korban kampanye hitam.
"Jokowi pemimpin yang merakyat dan itu benar-benar jiwa kita yang harus merakyat, membumi, sekalipun berpikir teoritik dan akademis," tandasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: