Kampanye Hitam Pakai Isu Agama Bentuk Pengingkaran pada Keragaman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Minggu, 06 Juli 2014, 13:31 WIB
Kampanye Hitam Pakai Isu Agama Bentuk Pengingkaran pada Keragaman
foto:net
rmol news logo Kampanye hitam yang menggunakan isu SARA merupakan bentuk pengingkaran terhadap keragaman di Indonesia.

Demikian disampaikan pemerhati masalah sosial keagamaan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Zuly Qadir, beberapa saat lalu (Minggu, 6/7).

"Kekerasan politik yang menggunakan isu agama merupakan perusakan harmoni dalam keragaman," kata Zuly, yang juga intelektual Muhammadiyah

Karena itu juga, ungkap Zuly, beberapa akademisi dan aktivis dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengecam aksi kampanye hitam. Selain dirinya, mereka adalah Hairul Salim dari LKIS, Subkhi Ridho dari LPSA dan Suhadi dari CRCS UGM. Mereka pun menegaskan mendukung Jokowi-JK yang jadi korban kampanye hitam.

"Jokowi pemimpin yang merakyat dan itu benar-benar jiwa kita yang harus merakyat, membumi, sekalipun berpikir teoritik dan akademis," tandasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA