Pemuda Prabowo menilai pernyataan dari pensiunan jenderal pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla itu tidak etis dan merupakan bagian dari kampanye hitam.
"Mencemarkan nama baik. Pilpres untuk memilih kepemimpinan nasional demi masa depan bangsa yang lebih baik. Pilpres juga membangun peradaban bangsa. Mendidik rakyat berpikir rasional, cerdas, menggunakan hatinya, memilih yang benar," kata Ketua Umum Pemuda Prabowo, Alexandra, saat berbincang dengan wartawan, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (10/6).
Menurut Alexandra, seharusnya kompetisi di Pilpres tidak berlangsung kotor dan tidak beradab. Pemilihan Presiden adalah kesempatan mendidik rakyat untuk memilih secara demokratis tanpa ada fitnah dan penzaliman.
Sementara itu, Pemuda Prabowo sempat melakukan aksi yang mendesak DPP PEPABRI meminta A.M Hendropriyono meminta maaf secara terbuka kepada Prabowo Subianto
"Selain itu mengusut tuntas beredarnya surat dewan kehormatan perwira yang bersifat rahasia. Itu digunakan untuk kepentingan politik, sangatlah tidak etis," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo, memandang pernyataan Hendropriyono itu tidak etis.
"Kita punya Sapta Marga, Sumpah Prajurit. Apalagi, sebagai prajurit komando punya Janji Prajurit. Janganlah karena 'aku kan sudah sipil', lalu berkata seperti itu," kata Edhie Wibowo, kepada wartawan, Jumat petang (6/6).
Edhie tidak mau ikut campur soal apa yang terjadi di antara kedua seniornya itu. Namun, Edhie mengaku salut melihat respons Prabowo yang tidak terpancing atas penghinaan dari Hendropriyono. Prabowo tidak pernah menanggapi pernyataan itu walau didesak oleh wartawan.
[ald]
BERITA TERKAIT: