"Pilihan menjatuhkan dukungan kepada Jokowi-JK tidak akan kami ikuti. Itu tidak sesuai dengan hati nurani kami. Elit PKPI mengambil keputusan tanpa meminta masukan dari kader-kader grass root sebagai ujung tombak partai," ujar Syarief Hidayatullah, caleg PKPI Dapil 8 Jakarta Selatan (Jumat, 23/5).
Dalam Pemilu legeslatif lalu, Syarief Hidayatullah lumayan banyak menangguk suara. Syarief menjelaskan, sikap mbalelo ke Prabowo-Hatta akan diikuti oleh sejumlah kader dan caleg tidak hanya di DKI Jakarta, tetapi juga di luar Jakarta. Dia menyebut caleg di daerah Pangkal Pinang, Nias Selatan, dan Cilacap yang dikabarkan mbalelo ke Prabowo.
Syarief mengatakan keputusan Bang Yos itu elitis, bukakn sikap arus bawah. Karena mayoritas sikap arus bawah di PKPI menginginkan PKPI mendukung Prabowo.
"Secara visi dan misi, arus bawah ini lebih dekat ke Prabowo, bukan Jokowi. Kami yakin Prabowo merupakan pilihan yang tepat untuk Indonesia saat ini," ujarnya kepada
Rakyat Merdeka Online.
Dia mengaku tidak takut jika sikap mbalelo ini nantinya akan mendapat sanksi dari Bang Yos.
"Silakan kalau diberi sanksi," tantangnya.
Selain itu, kata Syarief, seharusnya Bang Yos mengundang partai-partai yang tergabung di dalamnya yang dulu tidak lolos sebanyak 14. Ke 14 partai ini lah yang turut andil dalam membesarkan PKPI.
"Banyak kader partai yang tergabung memperoleh kursi. Kita dulu kan milih berfusi dengan PKPI salah sayunya Partai Persatuan Pengusaha Indonesia atau P3I. Mestinya Bang Yos mendengar dan minta saran ke semua pihak," tambahnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: