"Permasalahan ada di penyelenggara pemilu level bawah dan menegah, semua menyerahkan permasalahan pada pusat untuk diselesaikan," jelas politisi PDIP Sudiyatmiko Ariwibowo dalam diskusi bertajuk "Ricuh Rekapitulasi, Marak Sengketa. Apa Nasib Pilpres?" yang digelar di Jakarta (Sabtu, 17/5).
Ia menyebut hal tersebut menunjukkan seolah ada pembangkangan dari penyelenggara pemilu level bawah yakni kabupaten/kota dan provinsi.
Miko, sapaan akrabnya, juga menyebutkan sejumlah contoh kasus kekerasan pemilu yang terjadi, seperti pembakaran surat suara C1 di Musi Rawas dan penangkapan 10 anggota KPU di Papua yang tidak mau memberikan hasil suara.
"Ini jadi catatan penting, bila tidak diperbaiki, maka pilpres nanti masih dijalankan oleh penyelenggara yang sama," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: