Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago berpendapat, JK memiliki pengamalan yang luar biasa. Selain pernah menjadi wakil presiden, JK juga pernah menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar.
"JK itu kalau kita komparatifkan dengan Jokowi, sudah tujuh lap, Jokowi tertinggal," ujar dia saat dihubungi di Jakarta, Minggu (20/4).
Kelebihan JK, lanjut Syarwi, sudah punya rekam jejak di pemerintahan dan pernah menjadi wakil presiden 2004-2009. Yang mana gagasan JK misalnya seperti konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kg.
Selain itu, JK merupakan seorang intelektual, berwawasan global dan negosiator ulung. Hal ini di buktikan ketika menjadi mediator konflik Aceh dan Ambon. Komunikasi JK juga diangggap dasyat sehingga sampai hari ini namanya tidak tenggelam walaupun tidak menjadi wapres lagi. Berbeda misalnya dengan Hamzah Haz yang habis jabatan wapres, namanya tenggelam.
"Prestasi JK juga hebat ketika menjadi Ketua Umum PMI, seorang yang punya kapasitas manajerial," ungkap Syarwi.
Namun dengan kelebihan-kelebihan JK tersebut, dosen politik UIN Jakarta ini menegaskan, tidak ada jaminan hubungan antara Jokowi-JK bisa harmonis lima tahun.
"Kalau Jokowi jadi presiden bisa kemungkinan JK menenggelamkan figur Jokowi. Jangankan Jokowi, SBY aja hampir saja disalip JK," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: