Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa informasi itu sama sekali tidak benar dan tak sesuai fakta.
"PDI Perjuangan menyesalkan dan terkejut dengan pemberitaan The Jakarta Post hari ini karena tidak sesuai dengan fakta yang ada," kata Hasto Sabtu malam (12/4).
The Jakarta Post memberitakan, kubu Jokowi dan Puan selaku Ketua Bappilu PDIP berdebat dan saling menyalahkan pascapengumuman hitung cepat hasil pileg oleh sejumlah lembaga survei, Rabu lalu (9/4). Bahkan disebutkan bahwa Puan meminta Jokowi meninggalkan kediaman Megawati karena kecewa popularitas Jokowi tidak mampu mendongkrak perolehan suara hingga 30 persen dan memuluskan langkah Puan menjadi cawapres. Tak hanya itu juga disebutkan bahwa Megawati berlinang air mata melihat perdebatan itu.
Hasto pun menegaskan, Rabu itu Megawati Jokowi dan beberapa sahabat tidak berada di rumah Teuku Umar. Dengan demikian tidak ada pertemuan maupun perdebatan itu.
"Pada saat itu Ibu Megawati, Pak Jokowi, dan beberapa sahabat beliau sedang menikmati makan malam, sekaligus membicarakan hal-hal terkait dengan pelaksanaan pemilu," kata Hasto.
Karenanya, Hasto menyatakan bahwa PDIP merasa difitnah dan disudutkan dengan pemberitaan The Jakarta Post ini. Untuk itu, Hasto mendesak The Jakarta Post meminta maaf.
"Kami menilai bahwa pemberitaan itu merupakan kesalahan fatal dalam pelaksanaan kaidah jurnalistik. Ini blunder besar bagi media sekelas The Jakarta Post," kata Hasto.
Lebih jauh PDIP berharap
The Jakarta Post sesuai kaidah jurnalistik dan UU Pokok Pers memberikan ralat atas pemberitaan itu. PDI Perjuangan menganggap media merupakan mitra dalam pengembangan demokrasi yang sehat, jujur dan adil di Indonesia.
"Jadi, besar harapan kami, redaksi The Jakarta Post memberikan klarifikasi dan meralat pemberitaan tersebut serta menyampaikan permohonan maaf atas diabaikannya kaidah jurnalistik tersebut," ucap Hasto.
[ysa]
BERITA TERKAIT: