"Jangan lupa berdoa dan
basmallah bagi yang akan nyoblos," ujar dia lewat akun twitternya
@tifsembiring pagi ini, Rabu (9/4).
Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika ini, pilihan yang disalurkan melalui pemilu adalah media untuk merubah nasib bangsa.
"Pilihan kita tentukan nasib bangsa. Pilih yang paling sedikit korupsi dan mudharatnya," tandas Tifatul.
Menurut indeks korupsi partai politik yang dirilis oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) periode 2002-2014 (
www.antikorupsi.org) sebagai berikut: PDI-P 7.7 persen, PAN 5.5 persen, Golkar 4.9 persen, PKB 3.3 persen, PPP 2.7 persen, PKPI 2.1 persen, Gerindra 1.9 persen, Demokrat 1.7 persen, PBB 1.6 persen, Hanura 1.5 persen, dan PKS 0.3 persen.
Sementara data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2005-2013 indeks korupsi kader partai politik adalah; Golkar 40 orang, PDI-P 27 orang, Demokrat 17 orang, PAN 8 orang, PPP 8 orang, PKB 2 orang, Gerindra 2 orang, PKS 1 orang, PBR 2 orang, PKPI 1 orang, dan PBB 2 orang.
[rus]
BERITA TERKAIT: