Presiden PKS Anis Matta mengatakan, saat perjalanan selama masa konsolidasi dan kampanye, kepercayaan diri mulai bangkit, tapi masih rendah.
Ketika menerima amanah sebagi Presiden PKS karena Presiden PKS kala itu Luthfi Hasan Ishaaq tersangdung kasus korupsi, yang jadi fokus Anis adalah
damage control.
Damage yang paling merusak kala itu adalah demoralisasi kader.
"Itu jadi prioritas saya. Sepanjang 2013 saya keliling, bertemu dan berdiskusi dengan kader. Kegamangan itu ada, tapi juga ada sesuatu dalam tatap mata mereka," kata dia lewat akun twitter-nya
@anismatta, Senin (7/4).
Sejak saat itu, lanjut Anis, kepercayaan dan harapan itu masih ada. Walau sedih dan kecewa, ia melihat ada harapan dan niat bekerja keras dari semua kader. "Itu modal penting," ungkapnya.
"Momen pembuktian terjadi di Gelora Bung Karno (GBK). Putihnya GBK adalah pembuktian, bukan pada siapa-siapa, tapi pada diri sendiri. Putihnya GBK seperti rangkulan erat sahabat untuk saling menguatkan. Jabat yang erat dan tatap mata berucap:
Let's do it!!," tambah Anis.
Tidak hanya di GBK Jakarta, rasa kepercayaan diri Anis menggelora saat berkeliling ke beberapa daerah. "Juga ketika di Palu, Bali, Solo, Salatiga dan Semarang. Semangat itu juga yang saya rasakan ketika berkeliling Indonesia. Lampung, Makassar, Padang, Medan, Balikpapan, Surabaya, Bengkulu dan Banjarmasin," jelasnya dia.
Mantan Wakil Ketua DPR RI menambahkan, dirinya tidak merasakan suasana kampanye selama berkeliling daerah, yang ia rasakan adalah pertemuan hangat para sahabat yang sudah rindu ingin bertemu. Suasana yang cair, penuh senyum tulus, sembari kerja keras dan serius. Fun, tapi juga ada semangat religius.
"Itu yang membuat saya termenung, ketika kembali dari lokasi, atau duduk di pesawat. Saya merasakan kehangatan persahabatan. Suasana hati ini yang lebih mahal dari apa pun. Berjuang bersama para sahabat. Penuh senyum, penuh doa dan tulus," terangnya.
"Saya merasakan getaran kemenangan kita. Kobarkan semangat Indonesia!!," tandas Anis.
[rus]
BERITA TERKAIT: