SBY: Pemilu Hemat Perlu Dipikirkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 01 April 2014, 11:01 WIB
SBY: Pemilu Hemat Perlu Dipikirkan
presiden SBY/net
rmol news logo . Pemilu 2004 dan 2009 lalu telah berlangsung demokratis dan tertib. Presiden SBY pun mengajak masyarakat akan mengulanginya di Pemilu 2014.

Saat Indonesia bisa selenggarakan tiga hingga empat kali pemilu dengan sistem pilpres langsung secara damai dan demokratis, demokrasi negara ini makin matang.

"Ini berarti transisi dan konsolidasi demokrasi kita berhasil. Berarti pula demokrasi sungguh membawa manfaat nyata bagi rakyat Indonesia," kata SBY lewat akun twitternya, @SBYudhoyono, Selasa (1/4).

Namun, lanjut SBY, biaya politik pemilu dan pilkada yang makin besar, perlu dipikirkan sistem yang lebih hemat di masa depan.

Sementara peserta pemilu legislatif da pemilu presiden harus "siap menang, siap kalah". Yang menang bertenggang rasa dan yang kalah tidak perlu ngamuk.

"Pengalaman Pilpres 1999 dan sejumlah pilkada langsung, yang tadinya berjalan damai tiba-tiba menjadi anarkis. Kita harus mencegahnya," demikian SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat ini. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA