Kemarin CSIS merilis hasil survei pilihan masyarakat terhadap 12 partai politik; PDIP 20,1 persen, Golkar 15,8 persen, Gerindra 11,3 persen, Hanura 6,7 persen, PKB 6,7 persen, Demokrat 5,8 persen, PAN 4,8 persen, PPP 3,5 persen, PKS 3,4 persen, Nasdem 3,2 persen, PBB 1,3 persen, dan PKPI 0,5 persen.
Menurut pengamat politik dari Fisip UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, dari survei itu perolehan suara PDIP jelang pemungutan suara 9 April ini belum stabil, masih bisa naik dan turun. Termasuk setelah diumumkannya nama Joko Widodo sebagai calon presiden.
"PDIP harus ambil langkah-langkah untuk bisa melompat dari 20,1 persen itu," kata Teguh dalam perbicangan dengan redaksi pagi ini (Selasa, 1/4).
Strategi yang pas dan mungkin bisa dilakukan saat ini oleh partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu adalah, mengumumkan program dan kompetensi Jokowi jika terpilih jadi presiden, dan mengumumkan calon wakil presiden pendamping Jokowi.
"Bagaimana pun cawapres itu akan menentukan pemilih publik," demikian Teguh.
[rus]
BERITA TERKAIT: