Sebelum acara deklarasikan dilakukan di Hotel Kartika Chandra, Senin (31/3), Sekjen Jari, Hamdani Hamid mempersilahkan seluruh korwil dan kornas untuk naik ke mimbar.
Namun sebelum deklarasi dimulai Hamdani menyampaikan permohonan maaf kalau Akbar Tanjung tidak bisa hadir karena alasan teknis.
Akhirnya tanpa kehadiran Akbar, deklarasi dilakukan. Naskah deklarasi kemudian dibacakan. Menurut Jari, Akbar Tanjung memiliki kualifikasi sebagai pemimpin nasional.
Atas dukungan itu, Jari mengimbau agar parpol mempertimbangkan Akbar untuk dijadikan Cawapres. Dalam deklarasi itu, Jari menegaskan kalau Jari membentuk jaringan relawan untuk Akbar Tanjung.
Usai deklarasi, Hamdani mengatakan kalau organisasi gabungan dari aktivis 1998 sejak kemarin malam, dalam Rapat Akbar sepakat untuk mencawapreskan mantan Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR itu sebagai Cawapres.
"Rekam jejaknya bagus, aspek kenegaraannya mumpuni, kapasitas tak perlu diragukan lagi. Bang Akbar juga memiliki jaringan yang kuat, begitu juga prinsip nasionalismenya juga sangat kuat. Itu alasan kami mendukung Bang Akbar sebagai cawapres," kata Hamid.
Setelah deklarasi ini, seluruh relawan Jari di 34 provinsi akan bekerja untuk mensosialisasikan kepada rakyat Indonesia bahwa masih ada tokoh yang layak memimpin bangsa ini.
"Kami melihat dengan siapapun Akbar berpasangan kita dukung dan dengan siapapun Akbar dipasangkan kami yakin menang," demikian Hamid.
[rus]
BERITA TERKAIT: