Ipar SBY: Kami Terus Cuci Baju yang Kotor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 11 Maret 2014, 13:56 WIB
Ipar SBY: Kami Terus Cuci Baju yang Kotor
Pramono Edhie Wibowo
rmol news logo . Masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilihnnya dengan benar pada Pemilu 2014 nanti.

"Jangan golput, lihat rekam jejak calon pemimpin dan pikirkan betul pilihan anda," ujar Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo dalam rilisnya, Selasa (11/3).

Bila dilihat data korupsi partai politik 2002-2014 yang dikeluarkan Indonesia Corruption Watch (ICW), Demokrat bukan partai terkorup di negara ini. Edhie pun berharap jangan sampai negara ini tersandera lima tahun ke depan karena salah menggunakan hak pilih.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa kader kami terjerat kasus korupsi. Mereka yang terjerat kasus sudah ditangani oleh KPK. Mereka tidak kami lindungi," jelas Peserta Konvensi Capres Demokrat ini.

Kegiatan bersih-bersih tengah dilakukan partainya. Menurut Edhie, Demokrat lahir dengan tujuan yang bersih untuk melanjutkan pembangunan dan mensejahterakan rakyat, Demokrat akan tetap akan mengusung idealisme tersebut.

"Baju yang tadinya bersih sekarang kotor ternodai, kami tetap katakan tidak pada korupsi, dan lanjut membersihkan baju kami tersebut," terang ipar Presiden SBY ini.

Index korupsi yang dirilisoleh ICW periode 2002-2014 sebagai berikut; PDIP 7.7 persen, PAN 5.5 persen, Golkar 4.9 persen, PKB 3.3 persen, PPP 2.7 persen, PKPI 2.1 persen, Gerindra 1.9 persen, Demokrat 1.7 persen, PBB 1.6 persen, Hanura 1.5 persen, dan PKS 0.3 persen. Sementara data KPK 2005-2013, menyatakan bahwa 40 kader Golkar terlibat korup, diikuti PDIP 27, Demokrat 17, PAN 8, PPP 8, PKB 2, Gerindra 2, PKS 1, PBR 2, PKPI 1, PBB 2. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA