Ikrar Anak Jalanan Warnai Peresmian Rumah Cerdas Rizal Ramli

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 23 Februari 2014, 17:54 WIB
Ikrar Anak Jalanan Warnai Peresmian Rumah Cerdas Rizal Ramli
rmol news logo "Siaaap grak! Kami anak jalanan Indonesia mengaku masih kelaparan. Kami, Kami anak jalanan Indonesia, mengaku masih kurang pendidikan. Kami anak jalanan Indonesia, mengaku masih kurang kesehatan..."

Demikian ikrar yang diucapkan seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun. Berkaus lengan pendek yang warnanya sudah tidak jelas karena pudar. Dia juga memakai celana jeans yang tidak kalah pudarnya. Di kanan-kiri anak ini berbaris dalam dua sfaf sekitar 20-an anak-anak usia pra taman kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Setelah itu mereka ramai-ramai menyanyikan beberapa lagu. Lagu sumbang. Lagu tentang nasib mereka.

Begitulah acara pembuka yang disuguhkan anak-anak jalanan dan pengemis di kota Bandung, Jawa Barat pada peresmian Rumah Cerdas Dr Rizal Ramli Calon Presiden Rakyat di Jalan Sunda No 91 Bandung, Jawa Barat (Minggu, 24/2). Anak-anak itu tergabung dalam kelompok musik anak jalanan dan pengemis "Perempuan Merdeka Dewi Sartika."

Selanjutnya, mereka menyanyikan sejumlah lagu yang diiringi dengan ‘koreografi’ seadanya tapi cukup menarik. Salah satu gerakan antara lain menundukkan kepala, tangan kanan memegang kepala, sementara tangan kiri memegang perut seperti menahan sakit. Umumnya lirik lagu-lagu itu bercerita tentang nasib anak-anak jalanan dan pengemis yang harus bertahan hidup di jalanan.

"Buktikan kami ingin sembako murah. Buktikan kami ingin BBM murah. Buktikan kami ingin pendidikan gratis..." Begitu baris-baris syair yang anak-anak itu lantunkan. Suara-suara lemah berkali-kali harus bersaing dengan gemuruh beradunya roda-roda besi dengan rel baja. Maklum, Rumah Cerdas tersebut berlokasi persis di pinggir rel kereta api.

Rizal Ramli sebelumnya duduk di kursi lipat warna hitam sambil menikmati lagu-lagu duka berbalut semangat. Namun akhirnya dia tidak tahan. Dia pun berdiri dan bergabung dengan anak-anak. Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid ini ikut  bernyanyi sambil sesekali menari dengan canggung. Kendati begitu, anak-anak tadi tidak merasa ada orang asing di sekelilingnya. Mereka justru menggandeng kedua tangan Capres paling reformis versi Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tersebut dan digoyang-goyangkan mengikuti irama lagu yang didendangkan.

Rumah Cerdas Rizal Ramli ini merupakan rumah cerdas kedua yang didirikan. Pada minggu kedua Januari lalu Rumah Cerdas didirikan di Desa Pampang, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta.

Bagi peserta Konvensi Rakyat Calon Presiden 2014 yang akrab disapa RR1 itu, peresmian Rumah Cerdas kali ini terasa benar-benar istimewa. Kesederhanaan yang membalut acara jauh justru member kesan teramat dalam baginya. Dia seperti ditarik jauh ke belakang, ketika masih kanak-kanak, ketika menjadi yatim-piatu di usia tujuh tahun.

“Buat anak-anakku di sini,  walau kalian hidup dari mengamen dan mengemis jangan pernah menyerah. Orang yang teruji adalah orang yang berhasil mengalahkan ujian, kegagalan, kepahitan, dan kemiskinan serta mengubah menjadi sukses di masa depan.  Kita akan tunjukkan, bahwa walau kita miskin, yatim piatu, dan dilecehkan, kita tetap bisa maju. Saya sudah buktikan itu,” urai Capres paling ideal versi The President Centre (TPC) tersebut.

selanjutnya acara mengalir dengan riang. Lagu-lagu yang dinyanyikan memang masih mengumandangkan kepedihan kerasnya hidup di jalanan. Tapi, simak baik-baik, di sana tetap ada semangat dan optimisme. Optimism menuju Indonesia yang maju dan rakyatnya sejahtera.[dem]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA