"Kongres SPSB harus jadi momentum kebangkitan petani di Sergai. Petani jangan sampai kelaparan di lumbung padi. Karena logika akal sehat, harusnya petani yang menghasilkan kebutuhan bahan pokok bisa hidup sejahtera," kata Staf Khusus Menteri Prekonomian, H. Abdullah Rasyid, dalam pernyataan persnya.
Caleg DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) di Dapil Sumut I nomor urut 4 itu berharap, dengan terpilihnya M. Yamin sebagai Ketua SPSB maka ada perubahan dan arah pembangunan yang lebih konkrit. Akhirnya, tidak ada lagi petani yang menjadi buruh di negerinya sendiri.
Menurutnya, butuh kerja keras dalam mengangkat nasib para petani agar lebih mandiri dan kuat. Kerja-kerja pendampingan yang dilakukan SPSB adalah faktor penting dalam mengubah nasib petani menjadi lebih baik.
"Jika petani berdaya, negara juga akan kuat, dan rakyat sejahtera,†kata tokoh muda Melayu bergelar Pendekar Perguruan Pencak Silat Merpati Putih Putera Muhammadiyah itu.
Sebelumnya, Kongres SPSB masa kepengurusan 2014 – 2017 berjalan lancar dengan dihadiri 250 anggota sebagai perwakilan dari 50 kelompok di delapan kecamatan yakni, Perbaungan, Penggajahan, Pantai Cermin, Serbajadi, Dolok Masihol, Sei Rempah, Tebing Tinggi, dan Teluk Mengkudu.
Kongres dengan tema Quovadis Kebijakan Petani ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sergai Syahrianto SH, Direktur Eksekutif Bitra Indonesia Wahyudi dan beberapa pejabat pemerintah daerah mulai tingkat desa hingga kabupaten.
Wakil Bupati Sarianto SH sebelumnya menekankan pada SPSB untuk mulai berani mengambil sikap politik dan memiliki posisi tawar sepadan terhadap kekuasaan.
Ketua SPSB M. Yamin, menuturkan, petani harus memiliki pemikiran cerdas dalam pengembangan kapasitas diri. Serta harus mampu berinovasi dengan memanfaatkan lahan pertanian lebih produktif, sehingga petani tidak seperti tikus yang mati di lumbung padi.
"Petani tidak boleh berhenti berpikir dan bekerja, karena kemiskinan adalah neraka dunia bagi semua kaum petani. Hidup dengan lahan sempit dan pendapatan rendah, petani harus bangkit, berani berinovasi dengan maksimalisasi lahan secara produktif," ujar Yamin.
[ald]
BERITA TERKAIT: