Demikian disampaikan Tokoh Perubahan ini sebagai keynote speech dalam seminar nasional "Repsosisi Ekonomi Indonesia Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean 2015" yang digelar Fakultas Ekonomi UBH bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakrta di Aula Balairung Caraka, Kampus I UBH Ulak Karang, Padang, (Kamis, 16/1).
Melihat kondisi sekarang, kata Rizal, perguruan tinggi sebagai salah satu yang melahirkan generasi muda harus mempersiapkan sumber daya manusianya.
"Bagi perguruan tinggi tujuan yang hendak dicapai adalah mempersiapkan sumber daya insani yang memiliki kompetensi tinggi yang disyaratkan oleh terbentuknya suatu pasar Asean," ungkap peserta Konvensi Rakyat ini.
Lebih jauh ia menjelaskan, dinamika perekonomian global dalam satu dekade terakhir memperkuat tekad negara-negara kawasan Asean untuk memperkokoh kerja sama ekonomi di bawah Asean Economic Community. Bagi Indonesia, pembentukan kominitas ini adalah sebagai harapan sekaligus tantangan.
"Indonesia perlu persiapkan diri untuk menyambut pasar bebas," ungkapnya.
Selain menjabarkan tentang hasil riset tentang kesiapan ekonomi nasional menyongsong Asean Economic Community. Dari seminar nasional tersebut diharapkan dapat memberi kontribusi konkrit berupa hasil riset yang dilakukan oleh para expert di bidangya masing-masing.
Hasil riset tersebut nantinya dijadikan, kata menko perekonomian era Gus Dur ini sebagai pedoman bagi pengambil kebijakan untuk memetakan posisi Indonesia di antara negara-negara Asean dan sebagai forum bertukar pikiran bagi para akademisi, praktisi, birokrat guna bersama-sama berkontribusi dalam menyongsong Asean Economic Community 2015.
Di samping keynote speech dalam seminar nasional, terdapat juga peserta seminar terdiri dari dosen tetap Fakultas Ekonomi, praktisi dan pemerhati ekonomi sebagai pemakalah. Mereka diundang secara terbuka dan mempresentasikan hasil riset tentang kesiapan ekonomi nasional menyongsong pasar bebas.
[rus]
BERITA TERKAIT: