"Terus terang PPI punya sikap budaya, yaitu mendukung budaya meritokrasi menjadi inti proses perekrutan di Indonesia, di semua bidang. PPI didirikan bukan untuk melawan seseorang," ujar inisiator PPI, Anas Urbaningrum, dalam diskusi bertajuk "Dinasti Versus Meritokrasi Politik" di kantor PPI, Duren Sawit, Jakarta (Jumat, 18/10).
Alasan PPI mendukung budaya meritokrasi, lanjut Anas, karena budaya perekrutan berbasis meritokrasi ini sejalan dengan tatanan demokrasi.
"Kalau kita mau bangun demokrasi, meritokrasi adalah salah satu intinya. Kalau tidak, nanti bisa berubah jadi familikrasi, dinasti dan keluarga," lanjutnya.
"Meritokrasi ini adalah keinginan bersama untuk membangun demokrasi yang maju," tegas mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.
[ald]
BERITA TERKAIT: