Kepala Bareskrim Mabes Polri, Komjen Sutarman, mengatakan, dari hasil analisis yang dilakukan laboratorium forensik dan laboratoriun cybercrime, gambar pelaku di video itu susah dikenali.
"Sudah saya buka, saya sudah gunakan laboratorium cybercrime saya, saya gunakan laboratorium forensik, kami tidak bisa mengenali," terang Sutarman, di Kantor Kompolnas, Jalan Tirtayasa, Jakarta, Kamis (5/9).
Sutarman terangkan, untuk mengidentifikasi seseorang harus ada kriteria tertentu, ada kesamaan, dan syarat lainnya yang harus dipenuhi. Sayangnya, hal itu pun tidak terpenuhi.
"Kami tidak bisa mengidentifikasi, itu kan durasinya sangat singkat dan kualitas gambarnya juga," pungkasnya.
Tiga hari lalu, Badan Kehormatan DPR mengungkapkan rencana mengundang pakar informasi dan teknologi (IT) untuk mengungkap kasus video porno yang diduga diperankan anggota Komisi IX DPR itu.
Hal ini dilakukan agar lembaga etik anggota Dewan itu dianggap fair, dan tidak berpihak kepada siapapun dalam menuntaskannya.
[ald]
BERITA TERKAIT: