"Sepertinya, para penjahat di Jakarta makin nekat saja. Mereka tidak hanya menjadikan warga biasa sebagai target kejahatannya, kini polisi pun jadi sasarannya," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, kepada
Rakyat merdeka Online, Rabu (7/8).
Sebelum penembakan terhadap anggota Polsek Cilandak, ada dua peristiwa lainnya. Yakni penembakan terhadap polisi di Cireunde Jaksel dan upaya perampokan terhadap 4 polisi di kemayoran. Keempat polisi dengan dua sepeda motor yang sedang bertugas di kemayoran itu sempat menjadi sasaran penjahat yang hendak merampok sepeda motornya. Untung polisi tersebut bertindak cepat hingga 1 dari 4 penjahat yang bersenjata golok itu brhasil ditembak.
"Fenomena sikap nekat ini muncul sejak 3 tahunterakhir. Awalnya, kantor polisi yang menjadi sasaran perusakan para pelaku. Lalu ada kasus pengeroyokan terhadap polisi, terutama polisi yang hendak menangkap tersangka kejahatan," imbuh Neta.
Menurut Neta, salah satu pnyebab berkembangnya kasus ini adalah karena polisi makin tidak berwibawa di depan masyarakat, sehingga banyak penjahat uji nyali "menantang" polisi. Apalagi mereka melihat bahwa polisi-polisi sekarang sangat tidak terlatih dan terlalu gampang dipecundangi. Bercermin dari kasus ini sudah saatnya para polisi mawas diri dan melatih diri dgn maksimal agar terlatih dan profesional.
"Institusi Polri harus mencermati fenomena ini dengan serius dan melatih para anggotanya dengan maksimal, sehingga polisi-polisi di jajaran bawah berwibawa dan disegani masyarakat, serta tidak ada lagi penjahat yang nekat melakukan "uji nyali" terhadap polisi-polisi yang sedang bertugas di lapangan," pungkas Neta.
[dem]
BERITA TERKAIT: