"Kita memiliki laut yang terbentang luas tapi kita mengimpor ikan. Bahkan kita juga mengimpor garam," ujar Prabowo dalam acara deklarasi "Enam Program Aksi Transformasi Bangsa" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat, Senin petang (15/7).
Sebagai negara agraris beriklim tropis yang bisa panen tiga kali dalam setahun, sangat tidak mungkin Indonesia mesti mengimpor bawang dan komiditas pokok lain.
"Sapi saja kita impor. Masa negara yang subur ini, memelihara sapi saja tergantung pada orang," kata Prabowo.
Sambung Probowo, di bawah pemerintahan yang salah maka negara Indonesia menjadi tidak berdikari (berdiri dengan kaki sendiri), sering kalah tawar, kalah bersaing bahkan menyerah sebelum berjuang.
"Sebagai bangsa empat terbesar di dunia, kita tidak bisa memproduksi motor dan mobil sendiri. Bahkan membuat tim sepak bola pun tidak mampu dan kalah bersaing," ungkapnya.
Malam ini, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mendeklarasikan enam program aksi transformasi bangsa 2014-2019. Enam program yang dideklarasikan hari ini, kata Prabowo, adalah hasil renungan dan kajian mendasar atas kondisi bangsa selama 65 tahun kemerdekaan dan 15 tahun reformasi.
Enam Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra yaitu, Membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil dan makmur; Melaksanakan ekonomi kerakyatan; Membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamatan sumberdaya air; Meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya; Membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup; dan Membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas dan efektif.
[ald]
BERITA TERKAIT: