Presiden dilepas oleh Gubernur Provinsi Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Provinsi Aceh, Wali kota Lhokseumawe, dan jajaran pemerintahan Provinsi Aceh dan Kota Lhokseumawe. Presiden mengadakan kunjungan selama dua hari untuk meninjau lokasi gempa serta memberikan dukungan baik moril maupun materiil kepada para korban Gempa di Tanah Rencong.
Dalam kunjungan kerja itu, Presiden didampingi oleh beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II di antaranya Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg, Sudi Silalahi, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mensos Salim Segaf Aljufri, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Jendral Timur Pradopo, dan Kepala BIN Marciano Norman.
Selama dua hari bersama korban gempa, SBY memberikan perhatian secara khusus terkait penanganan korban dalam program tanggap darurat, dan berdialog dengan korban gempa di Posko bencana Polda Aceh di Kampung (desa) Genting Bulen Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Kepada para korban yang menempati lokasi pengungsian, Presiden SBY berpesan agar para korban tetap tabah dan sabar dalam menghadapi musibah gempa yang terjadi pada Selasa (2/7) lalu.
Presiden juga seperti dikutip dari Sekretariat Kabinet RI (setkab.go.id) mengaku telah menginstruksikan kepada Badan SAR, TNI dan Polri untuk terus mencari korban yang diperkirakan masih tertimbun longsoran di Aceh Tengah.
"Saya sudah perintahkan agar terus dilakukan pencaharian korban yang tertimbun longsor. Namun jika Allah berkehendak lain maka kita juga harus sabar dan tabah dalam menghadapi ujian ini," uajr SBY.
Selain memberikan bantuan dalam bentuk bahan pangan, selimut, dan bahan bangunan. SBY dan Ani Yudhoyono juga mengunjungi para korban gempa, Presiden SBY dan rombongan yang menginap semalam, melaksanakan salat Taraweh di Masjid Istiqomah, kompleks LNG Arun, Lhok Sumawe.
[rsn]
BERITA TERKAIT: