Roy Suryo datang bersama istrinya Ismarindayani Priyanti didamping jajaran Kemenpora antara lain Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Alfitra Salamm, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Tunas Dwidharto, dan Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Lalu Wildan.
"Acaranya luar biasa, bahkan saya mengikuti kegiatan sampai larut malam bersama pemuda setempat," kata Roy melalui sambungan telepon, Sabtu (29/6) malam.
Ia menjelaskan, kegiatan Merajut Indonesia mengandung pesan simbolik-filosofis mengenai penguatan semangat persatuan Indonesia. Merajut Indonesia ini difokuskan di lima titik simpul yakni Pulau Miangas di Provinsi Sulawesi Utara, Pulau Rote di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pulau Sabang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Merauke di Propinsi Papua Barat, dan Samarinda di Provinsi Kalimantan Timur. Kelima lokasi itu menjadi representasi secara simbolik menandai kuatnya spirit dan kehendak para pemuda untuk mengukuhkan bangunan bangsa Indonesia.
Menurut Roy, perjalanan di Rote cukup mengesankan karena dirinya dan rombongan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat setempat yang ditunjukkan dengan acara adat Hus (menunggang kuda ketangkasan). Bahkan Menpora bersama Bupati mencoba menunggang kuda ketangkasan tersebut.
Menpora turut menyaksikan sekaligus menyalakan langsung api unggun bersama para pemuda yang terdiri dari pramuka, Pemuda Penggerak Pedesaan dan Organisasi Kemasyarakatan. Selepas itu, Menpora kembali ke lokasi acara untuk menyaksikan lomba tari khas pulau Rote yang dibawakan oleh pemuda-pemuda daerah sekitar dan hingga berakhir pukul 23.30 WITA.
Hari Jumat (28/6) pagi, tepat pukul 09.00 WITA, Menpora bersama rombongan sudah hadir di pantai Numbrella untuk menyambut kehadiran finish peserta lari 10 kilometer. Bahkan peserta yang finish pertama langsung bersalaman dengan Menpora. Acara berlanjut pemberian bantuan kepada masyarakat Rote Ndau. Hampir kurang lebih dua jam Menpora mengikuti acara tersebut.
"Merajut Indonesia mengandaikan adanya kesadaran kolektif untuk merawat kebersamaan di bawah payung NKRI. Oleh karena itu para pemuda pemilik sah Indonesia masa depan, teruslah menjadi pemuda garda depan bangsa Indonesia," kata Roy
.[wid]
BERITA TERKAIT: