"Penolakan sangat kental unsur politisasinya," ujar analis politik A. Bakir Ihsan kepada
Rakyat Merdeka Online, Senin (3/6).
Bakir menilai penolakan terhadap kenaikan harga BBM tidak akan efektif memperbaiki citra PKS. Langkah tersebut tidak akan banyak mengubah isu korupsi yang mendera PKS.
"Isu korupsi PKS lebih kongkret dilihat masyarakat daripada sekedar isu kenaikan BBM yang belum pasti," imbuhnya.
Atas penolakan PKS itu, menurut Bakir yang juga dosen Fisip UIN Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku ketua Setgab, perlu bertindak karena langkah PKS itu mengingkari kesepakatan dan komitmen koalisi.
"Walaupun tidak mudah, SBY bisa memberi
warning kepada PKS untuk kembali ke kontrak koalisi agar bersama-sama mendukung program pemerintah," katanya.
[dem]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: