"Kalau dilihat secara aklamasi lewat rapat nasional, saya calon tunggal untuk diangkat jadi presiden. Saya enggak boleh calonkan diri dari partai lain," tegas Wiranto saat ditemui wartawan di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Minggu (21/4).
Bahkan, Wiranto mengklaim peluang dirinya menjadi presiden negeri ini semakin terbuka lebar. Mengingat, basis suara terbesar Hanura saat ini bukan lagi hanya di tiga provinsi seperti Sumatra Utara, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, tapi hampir merata di seluruh nusantara.
"Setelah bergabungnya 10 partai, jelas basis suara Hanura makin tersebar di seluruh nusantara," klaim mantan panglima TNI tersebut.
Sementara berbicara soal koalisi, Wiranto mengaku masih belum mau terburu-buru. Menurut dia, saat ini Hanura masih akan melihat hasil pemilihan legislatif.
Termasuk pertimbangan-pertimbangan lain yang salah satunya berasal dari hasil survei soal elektabilitas Hanura satu tahun ke depan.
[ian]
BERITA TERKAIT: