"Indikasinya, tata kelola kenegaraan dan carut marutnya penyelenggara pemerintahan dan kedaulatan tidak dilaksanakan dengan baik oleh para pemegang amanah," sebut Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 20/6).
Indikasi lainnya, kata dia, adalah perasaan publik yang semakin tidak terkendali dan tingginya korupsi birokrasi dan kejahatan yang meresahkan masyarakat serta menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.
"Selain itu, kegamangan menuntaskan kasus skandal bank Century, mafia perpajakan, mafia suara KPU dan penegakan hukum yang masih tidak berkeadilan serta tebang pilih. Belum lagi penghadap-hadapan aparat dengan rakyat di berbagai masalah," paparnya.
Lanjut Tjahjo, faktor keamanan yang tidak menjamin ketertiban masyarakat menjadi indikator lainnya. Presiden dengan para menteri kabinetnya mengalami kesenjangan dan tidak sinkron dalam memahami arah kebijakan yang dikeluarkan Presiden. Para menteri terkesan hanya memenuhi tugas formalnya saja.
"Setiap pengambilan keputusan politik pembangunan masih belum mengimplementasikan dari 4 pilar kebangsaan khususnya kemajemukan dan kebhinekaan," tandas Tjahjo.
[dem]