Hal itu tertuang dalam Seminar Nasional Hiu Kencana bertajuk ‘Integrated Maritime Surveillance System for Indonesia: Penguatan Pengendalian Ruang Maritim Atas dan Bawah Air dalam Mendukung Politik Pertahanan Negara Menghadapi Dinamika Global’ yang digelar di Auditorium Jos Soedarso, Seskoal, Jakarta Selatan, Rabu, 9 September 2026.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dalam acara itu mengemukakan bahwa seminar ini sangat penting dalam membangun wawasan pertahanan maritim Indonesia.
“Kedaulatan pada domain maritim dengan segala potensinya hanya dapat dijaga secara penuh apabila Indonesia memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mengamankannya, khususnya pada lingkup peperangan bawah air,” kata Laksamana Ali.
Lanjut dia, TNI AL saat ini terus mengembangkan kekuatan bawah air melalui pembangunan postur kapal selam lewat berbagai program.
“Dalam MRO Nasional, PT PAL membangun kapasitas
maintenance, repair dan
overhaul kapal selam dalam negeri,” ungkap KSAL.
Terakhir, jebolan AAL 1989 ini menilai bahwa membangun kapabilitas kapal selam butuh sinergi dan kolaborasi multipihak.
“Jadi kita harus mensinergikan antara industri pertahanan, TNI AL, BRIN-akademisi dan kementerian/lembaga lainnya dalam skema pentahelix,” pungkasnya.
Dalam seminar tersebut menghadirkan antara lain Paguyuban Hiu Kencana, Wamen KP Laksamana (Purn) Didit Herdiawan, Wakil Kepala BRIN Laksdya (Purn) Amarulla Octavian, Dirut PT PAL Kaharuddin Djenod dan Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono.
BERITA TERKAIT: