Penegasan keras ini disampaikan jenderal bintang dua itu saat memimpin apel gabungan pasca libur Idulfitri di Makodam II/Sriwijaya, Palembang, Jumat, 27 Maret 2026.
Mayjen Ujang menyoroti masih adanya praktik ilegal
werving yang merugikan masyarakat dan merusak citra institusi. Ia memastikan seluruh proses rekrutmen berjalan transparan dan objektif.
“Masuk TNI itu gratis, tidak ada bayar-membayar.
Dak katek (tidak ada)!” tegas Pangdam dengan logat khas Palembang yang kental.
Pangdam menekankan, keberhasilan calon prajurit murni ditentukan oleh kemampuan dan kesiapan sang calon, bukan karena 'bekingan' atau uang suap. Ia meminta seluruh jajarannya ikut mengawasi ketat proses rekrutmen untuk memastikan praktik lancung tersebut bersih dari wilayah Kodam II/Sriwijaya.
Di hadapan prajurit dan PNS se-Garnizun Palembang, Pangdam juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas. Ia mengultimatum tidak akan mentoleransi pelanggaran hukum, terutama keterlibatan dalam judi online maupun aktivitas ilegal lainnya.
"Jaga profesionalisme dan disiplin. Jangan nodai nanam baik institusi dengan perbuatan melanggar hukum," serunya.
Momentum usai lebaran ini diharapkan menjadi suntikan semangat baru bagi seluruh personel Kodam II/Sriwijaya untuk kembali menjalankan tugas pengabdian dengan prima.
BERITA TERKAIT: